Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      Halooo, sobat-sobat Ilyas. Apa kabarnya? Semoga selalu sehat dan bahagia yaaa 😊

     Kali ini, Ilyas mau ajak kalian ke tempat menarik dan seru. Ini merupakan salah satu hidden gems di Ibukota. Tempat ini sangat cocok untuk segala usia dan menjadi tempat rekreasi, edukasi dan penelitian. Yappss, tempat ini adalah Perpustakaan Masjid Istiqlal

    Pas Ilyas berkunjung kemarin ke Masjid Istiqlal dan juga perpustakaanya melalui protocol kesehatan yang ketat seperti 3M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, dan Menghindari kerumunan) dan juga saat masuk ada penjaga yang siap sedia menanyakan kartu vaksin atau bisa juga scan QR Code pada Aplikasi PeduliLindungi. Letaknya di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10710. Untuk jadwalnya yaitu buka hari Senin-Jum’at Pukul 09:00 – 16:00 WIB.

    Sejarah dari Perpustakaan Masjid Istiqlal yaitu Pada mulanya Perpustakaan Masjid Istiqlal (Perpusmi) bernama Pusat Perpustakaan Islam Indonesia (PPII) yang dirintis oleh Pusat Dakwah Islam Indonesia (PDII) sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Seminar Nasional Dakwah pada tahun 1969 bahwa di Lingkungan Masjid Istiqlal perlu ada Perpustakaan Islam dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber-sumber informasi Islam bagi para ulama dan masyarakat Islam pada umumnya.

     Sebagai modal dasar Presiden Soeharto melalui DIP pada tahun 1973/1974 memberikan bantuan kepada PPII untuk pengadaan koleksi dan sarana-sarana perpustakaan. Sekalipun sejak semula Presiden Soeharto telah mengarahkan bahwa Pusat Perpustakaan Islam Indonesia (PPII) bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta, namun untuk sementara waktu perpustakaan belum dapat ditempatkan di Masjid Istiqlal karena pembangunan Masjid Istiqlal belum selesai masih dalam proyek pembangunan.

   Oleh karena itu, untuk sementara PPII ditempatkan di kompleks Museum Fatahillah Jakarta Kota, kemudian tahun 1975 kegiatan PPII dipindahkan ke Wisma Sejahtera unit IAIN (sekarang UIN Jakarta) di Ciputat, dan tahun 1977 dipindahkan lagi ke kompleks pendidikan Yayasan Said Na’um, Jl. Kyai Mas Mansur Tanah Abang Jakarta Pusat. Akhirnya pada tahun 1980 menempati salah satu Ruang di Lantai Dasar Masjid Istiqlal Jakarta sampai sekarang. PPII pada saat itu merupakan lembaga swasta berbentuk yayasan yang mengelola Perpustakaan Islam dan secara fungsional sebagai perpustakaan Masjid Istiqlal.

     Untuk lebih menjamin keberlangsungan tugas dan fungsi perpustakaan dicapai kesepakatan antara Yayasan PPII dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) untuk mengalihkan PPII ke dalam jajaran BPPMI, hal itu dituangkan dalam MoU antara PPII dengan BPPMI yang ditandatangani tanggal 30 Juli 2010, dengan prinsip dasar PPII menyerahkan asset PPII kepada BPPMI dan menjadikan PPII sebagai lembaga otonom dari BPPMI.

    Pada tahun 2011, berkenaan dengan pelaksanaan pendidikan di lingkungan Masjid Istiqlal, dan untuk meningkatkan kualitas Madrasah di lingkungan Masjid Istiqlal BPPMI menyerahkan pengelolaan Perpustakaan di bawah Direktur Madrasah Istiqlal, sehingga pengelolaan perpustakaan menjadi tanggung jawab Madrasah Istiqlal.


    Pada tahun 2016, dengan terbentuknya Pengurus BPPMI periode 2016-2020, Pengurus BPPMI mempunyai kebijakan untuk menghidupkan kembali fungsi PPII/Perpustakaan Masjid Istiqlal dengan kualitas dan jangkauan pelayanan yang lebih luas sesuai perkembangan teknologi Informasi. Maka terhitung bulan Maret 2016 pengelolaan Perpustakaan kembali dilaksanakan sepenuhnya oleh BPPMI.

     Berdasarkan Peraturan Badan Pengelola Masjid Istiqlal Nomor 01 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Masjid Istiqlal, secara struktural pengelolaan perpustakaan dilaksanakan oleh Sub Bidang Perpustakaan dan Majelis Taklim Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPMI.

   Memiliki visi yakni Mewujudkan Perpustakaan Masjid yang modern dengan koleksi yang berkualitas, sistem pengelolaan yang mutakhir dan sumberdaya manusia yang profesional. dan misi yaitu Membangun dan mengembangkan Perpustakaan Islam, berbasis teknologi informasi yang meliputi perpustakaan dewasa dan perpustakaan anak, Membangun ketenagaan perpustakaan Islam, Membangun dan mengembangkan literasi dan informasi Islam, Mengadakan temu karya dan temu ilmiah di bidang perpustakaan masjid, perpustakaan Islam dan pengembangan budaya baca, Menerbitkan publikasi Islam, Membangun dan mengembangkan e-library atau perpustakaan digital.

Ilyas sedang berada di Perpustakaan Masjid Istiqlal


    Pada hari selasa,19 Oktober 2021 kemarin. Ilyas sempat mewawancarai secara langsung (tatap muka) dengan salah satu pengelola/pustakawan yaitu Bapak Amin. Ada pertanyaan yang sempat Ilyas ajukan yaitu :

Ilyas : Apa saja koleksi yang ada di Perpustakaan Masjid Istiqlal ini?

Bapak Amin : Untuk koleksinya sangat beragam dan juga terdiri dari berbagai disiplin Ilmu. Dan juga yang paling mendominasi ialah koleksi Islam, ada juga yang berbahasa Indonesia, Arab dan sebagainya. Untuk Perpustakaan Masjid Istiqlal ini sebenarnya masih terus mengadakan pengadaan koleksi dan  juga penambahan sarana dan prasarana yang memadai untuk kemajuan Perpustakaan Masjid Istiqlal dan memenuhi kebutuhan akan informasi bagi para pemustakanya.

Ilyas : Di masa pandemic ini, Perpustakaan Masjid Istiqlal apakah tetap buka dan apakah secara grafik terjadi penurunan pemustakanya?

Bapak Amin : Selama pandemic COVID-19 ini Masjid Istiqlal kebetulan sedang direnovasi, lalu untuk saat ini baru beberapa saja yang berkunjung selama PPKM ke perpustakaan Masjid Istiqlal.

Ilyas : Adakah cara kreatif dari Perpustakaan Masjid Istiqlal untuk tetap eksis di masa pandemic COVID-19 ini?

Bapak Amin : Tentunya ada, untuk secara langsung yaitu dengan menginformasikan kepada Para Jama’ah tentang keberadaan Perpustakaan Masjid Istiqlal ini.

Ilyas sedang mewawancarai Pustakawan di Perpustakaan Masjid Istiqlal yaitu Bapak Amin


    Itulah wawancara singkat Ilyas dengan Bapak Amin yang merupakan salah satu Pustakawan/Pengelola di Perpustakaan Masjid Istiqlal. Selain itu, koleksi yang ada di Perpustakaan ini meliputi buku fisik, digital dan juga ada khotbah digital. Ada juga kegiatan positif lainnya seperti mengadakan bedah buku. Untuk slims perpustakaan masjid Istqilal masih dalam tahap pengembangan dan menuju transformasi sesuai misinya yaitu Membangun dan mengembangkan e-library atau perpustakaan digital yang meminimalisir sentuhan secara fisik. 


Website Perpustakaan Masjid Istiqlal


Salah satu agenda Perpustakaan Masjid Istiqlal untk tetap eksis di masa pandemi

     Sekian pemaparan dari Ilyas, semoga dapat dipahami dan jangan lupa untuk berkunjung ke Perpustakaan Masjid Istiqlal secara langsung yaa sobat !!!

Wassalamu’aikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Untuk video wawancara dapat diakses di bawah ini :



Sumber : Perpustakaan Masjid Istiqlal